Tanda Ilmu yang Bermanfaat

Manhajul Anbiya:
🖲🌅 DI ANTARA TANDA ILMU BERMANFAAT

🚇 al-Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah,

🗓 “Di antara tanda-tanda ilmu yang bermanfaat :
☄ Pemiliknya tidak mengaku/mengklaim berilmu. Tidak berbangga dengannya kepada seorang pun.
🔺 Tidak pula menisbahkan orang lain kepada kejahilan/kebodohan, kecuali barangsiapa yang menyelisihi sunnah dan ahlis sunnah.
👉🏻 Karena dia mencelanya sebagai bentuk marah karena Allah. Bukan marah untuk dirinya, tidak pula bermaksud meninggikan dirinya di atas orang lain.”

✍🏻📜Fadhl Ilmi as-Salaf ‘ala Ilmi al-Khalaf

❐قال الإمام #ابن_رجب_الحنبلي رحمه الله :

ومن علامـات العــــلم النافـــــع :
“أن صاحـــــبه ⇩⇩⇩⇩

⇦لا يدّعـــــي العــــــــــــــلم،

⇦ولا يفخر به على أحــــــد،

⇦ولا ينسب غيره إلى الجهل، إلا من خالف السنة وأهـــــلها

⇦فإنه يتكـــلّم فيه غضباً للَّه، لا غضـباً لنفســــه، ولا قصــدًا لرفعتـــــها علـــى أحــــــــــد”.

✍📜[فضل علم السلف على علم الخلف]

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu’ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Haramnya Musik dan Lagu

Nov 17, 2011 | Asy Syariah Edisi 040 |

(ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi)

Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.

Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita sekarang ini. Hampir tidak kita dapati satu ruang pun yang kosong dari musik dan nyanyian. Baik di rumah, di kantor, di warung dan toko-toko, di bus, angkutan kota ataupun mobil pribadi, di tempat-tempat umum, serta rumah sakit. Bahkan di sebagian tempat yang dikenal sebagai sebaik-baik tempat di muka bumi, yaitu masjid, juga tak luput dari pengaruh musik.

Merebaknya musik dan lagu ini disebabkan banyak dari kaum muslimin tidak mengerti dan tidak mengetahui hukumnya dalam pandangan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang mubah, halal, bahkan menjadi konsumsi setiap kali mereka membutuhkannya. Jika ada yang menasihati mereka dan mengatakan bahwa musik itu hukumnya haram, serta merta diapun dituduh dengan berbagai macam tuduhan: sesat, agama baru, ekstrem, dan segudang tuduhan lainnya.

Namun bukan berarti, tatkala seseorang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena menyuarakan kebenaran, lantas menjadikan dia bungkam. Kebenaran harus disuarakan, kebatilan harus ditampakkan. Rasulullah n bersabda:Read More »

📌⚖•••INGIN TAHU MANA AMALAN YANG PALING BERMANFAAT SETELAH KEMATIAN•••❓

KajianIslamTemanggung:

✅  SIMAK FAEDAH BERIKUT INI …

✍🏼  asy-Syaikh al-Allamah Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

🍃  Pertanyaan :

Manakah dari tiga perkara di bawah ini yang lebih bermanfaat  bagi seseorang setelah kematiannya❓

~ Apakah sedekah jariyah yang pahalanya mengalir,
~ Atau ilmu yang bermanfaat,
~ Atau anak shalih yang mendoakan orang tuanya❓

🍂 Jawaban :

❗ILMU adalah yang paling bermanfaat bagi mereka karena :

Read More »

💐🌹🌻🌷 MENGURANGI MAKAN BERLEBIHAN BUKAN AJARAN ISLAM

✍🏻 Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata:

ﺃﻛﺮﻩ ﺍﻟﺘﻘﻠﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻄﻌﺎﻡ، ﻓﺈﻥ ﺃﻗﻮﺍﻣﺎً ﻣﺎ ﻓﻌﻠﻮﻩ ﻓﻌﺠﺰﻭﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ.

“Saya tidak suka terlalu sedikit makan, karena ada orang-orang yang melakukannya lalu mereka tidak mampu menunaikan kewajiban.”

✍🏻 Al-Imam Ibnul Jauzy rahimahullah mengomentari:

ﻭﻫﺬﺍ ﺻﺤﻴﺢ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺘﻘﻠﻞ ﻻ ﻳﺰﺍﻝ ﻳﺘﻘﻠﻞ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﻳﻌﺠﺰ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﻮﺍﻓﻞ ﺛﻢ ﺍﻟﻔﺮﺍﺋﺾ، ﺛﻢ ﻳﻌﺠﺰ ﻋﻦ ﻣﺒﺎﺷﺮﺓ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﺇﻋﻔﺎﻓﻬﻢ، ﻭﻋﻦ ﺑﺬﻝ ﺍﻟﻘﻮﻯ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺴﺐ ﻟﻬﻢ، ﻭﻋﻦ ﻓﻌﻞ ﺧﻴﺮ ﻗﺪ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻌﻠﻪ.
ﻭﻻ ﻳﻬﻮﻟﻨﻚ ﻣﺎ ﺗﺴﻤﻌﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺠﻮﻉ، ﻓﺈﻥ ﺍﻟﻤﺮﺍﺩ ﺑﻬﺎ ﺇﻣﺎ ﺍﻟﺤﺚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﻮﻡ، ﻭﺇﻣﺎ ﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﻣﻘﺎﻭﻣﺔ ﺍﻟﺸﺒﻊ. ﻓﺄﻣﺎ ﺗﻨﻘﻴﺺ ﺍﻟﻤﻄﻌﻢ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺪﻭﺍﻡ، ﻓﻤﺆﺛﺮ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻮﻯ، ﻓﻼ ﻳﺠﻮﺯ.

“Ini benar, karena orang yang biasa terlalu sedikit makan dia akan terus melakukannya hingga tidak mampu melakukan ibadah yang nafilah, kemudian tidak mampu melakukan ibadah yang wajib, kemudian tidak mampu menggauli istrinya dan menjaga kehormatannya, tidak mampu mengerahkan kekuatan untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, dan tidak mampu melakukan kebaikan yang biasa dia kerjakan sebelumnya. Jangan dikhawatirkan oleh hadits-hadits yang engkau dengar yang mendorong untuk lapar, karena yang dimaksud dengannya adalah anjuran untuk berpuasa, atau larangan dari kenyang berlebihan. Adapun mengurangi makan secara terus menerus lalu mempengaruhi kekuatan, maka itu tidak boleh.”

📚 Shaidul Khathir, hlm. 45-46

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

RENUNGAN KEMATIAN DI HARI KELAHIRAN

“Setiap jiwa pasti akan merasakan mati…” (Ali Imran:185)

Kematian…sebuah kepastian yang pasti akan menghampiri kita diantara begitu banyak ketidakpastian dalam hidup ini. Namun sayangnya,,kebanyakan kita seringkali tersibukkan menyiapkan segala yang belum pasti dibanding menyiapkan diri untuk sebuah kepastian bernama kematian.
Seperti halnya kebanyakan kita hari ini…

Hari ini,,mungkin sebagian kita sedang memutar kembali ingatan bahwa tepat sekian tahun yang lalu adalah hari dimana Allah Ta’ala menakdirkannya hadir ke dunia setelah sekitar sembilan bulan berselimut kasih sayang dalam perut Ibu.

Hari ini sebagian kita mungkin tengah mempersiapkan perayaan indah bertajuk “Hari Ulang Tahun”,,entah untuknya,,anaknya atau kerabat dan temannya. Mungkin mereka lupa jika manusia yang paling mulia,,Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam tak pernah merayakan hari kelahiran beliau,,begitu juga tiga generasi terbaik ummat ini. Tak ada satu pun dari mereka yg merayakan hari kelahirannya. Karenanya merayakan ulang tahun sama dengan merayakan kebid’ahan,,perayaan yang berakar dari sikap tasyabbuh terhadap orang-orang kafir, padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:Read More »

📢💬 Ucapan Qodarullahi Lebih Benar Dari Qodarullahu

مجموعــة طريق السلف:

☝🏼Syaikh Mushtofa Mubrom berkata:
💭 Ucapan:

(قَدَرُ) الله ومَا شَاءَ فَعَل

➡ Qodarullahi wa maa sya a fa’la

✅ LEBIH BENAR dari ucapan:

(قَدَّر) الله ومَا شَاء فَعَل

➡ Qoddarollahu wa maa sya a fa’ala, walaupun boleh diucapkan قَدَّرَ الله (Qoddarollahu) akan tetapi yang lebih benar adalah yang pertama قَدَرُ اللهِ (Qodarullahi), sebagaimana hal itu telah dirajihkan oleh beberapa ulama muhaqqiqin, dan demikianlah syaikh kami Ibnu Aqil mengucapkannya pada kami dan beliau katakan bahawa Syaikh Bin Baz juga mengucapkan demikian.” (Syarah Wasithiyah Dars 14)
______________

[1] 📕Rasulullah ﷺ bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah cintai dari mukmin yang lemah dan pada masing-masingnya baik, bersemangatlah untuk yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan dari Allah dan jangan kamu malas, jika sesuatu menimpamu maka jangan kamu katakan: kalau saja aku lakukan ini maka akan begini dan begini akan tetapi katakan: Qodarullahi wa maa syaa a fa’ala, kerana ucapan “kalau” membuka pintu syaitan.” (HR Muslim 2664)

📌 قناة الشيخ مصطفى مبرم الرسمية على التيليجرام .

*: (قَدَرُ) الله ومَا شَاءَ فَعَل  (قَدَّر) الله ومَا شَاء فَعَل

قال الشَّيخ مُصطفى مبرم حفظه الله تعالى:

(قَدَرُ اللهِ وَمَا شَاءَ فَعَل)[1] هذا الصَّواب في ضبطها، ويجوز (قَدَّرَ الله) لكن الصَّواب هو الأوَّل كما رجَّحه جَمـعٌ مِنَ المحقـقين، وضبطه لنا شيخنا ابن عَقيل هكذا، وحكاه لنا عن الشيخ ابنِ بـاز عليه رحمة الله».

الدَّرس 14  \ شرح الواسطية
______________

[1] قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
(المُؤْمِنُ القَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى الله مِن المُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَـعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ، وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: لَوْ أَنِّي فَعَلْتُ كَانَ كَذَا وَكَذَا؛ وَلَكِنْ قُلْ: قَدَرُ الله وَمَا شَاءَ فَعَلَ؛ فَإِنَّ لَوْ تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ) رواه مسلم  (2664)

📌 قناة الشيخ مصطفى مبرم الرسمية على التيليجرام.

📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 http://www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf

📌INGIN SEPERTI MALAIKAT ATAU HEWAN?

Thalab Ilmu Syar’i:
🍃Berkata Al-Allamah Ibnul Qayyim رَحِمَهُ اللهُ :

قَالَ بَعْضُ السَّلَفِ: خَلَقَ اللَّهُ الْمَلَائِكَةَ عُقُولًا بِلَا شَهْوَةٍ. وَخَلَقَ الْبَهَائِمَ شَهْوَةً بِلَا عُقُولٍ. وَخَلَقَ ابْنَ آدَمَ، وَرَكَّبَ فِيهِ الْعَقْلَ وَالشَّهْوَةَ. فَمَنْ غَلَبَ عَقْلُهُ شَهْوَتَهُ: الْتَحَقَ بِالْمَلَائِكَةِ. وَمَنْ غَلَبَتْ شَهْوَتُهُ عَقْلَهُ: الْتَحَقَ بِالْبَهَائِمِ.

🌻”Berkata sebagian salaf: Allah َّعَزَّ وَجَل menciptakan untuk malaikat akal tanpa syahwat, dan menciptakan untuk hewan syahwat tanpa akal, dan menciptakan manusia, lalu memberikan kepadanya akal dan syahwat. Maka siapa yang akalnya mengalahkan syahwatnya, maka dia mengikuti malaikat, dan siapa yang syahwatnya mengalahkan akalnya, maka dia mengikuti hewan.”

(Madarijus salikin: 2/ 334)