Ⓜ MEWASPADAI KEBID’AHAN-KEBID’AHAN DI BULAN RAJAB

Asy Syaikh Dr. Ali Bin Yahya Al Haddady حفظه اللّٰه menyebutkan beberapa kebid’ahan yang terjadi di bulan Rajab diantaranya adalah :

1⃣ Melakukan Shalat Raghaib yaitu shalat di malam jum’at pertama pada bulan Rajab.

2⃣ Mengkhususkan bulan Rajab dengan puasa baik secara keseluruhan maupun pada sebagian hari-harinya.

3⃣ Mengkhususkan bulan Rajab dengan sesembelihan yang disembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah, dikarenakan hal tersebut mengandung unsur menyerupai kaum musyrikin yang mana mereka mengkhususkan bulan Rajab dengan ‘atirah yaitu sesembelihan yang mereka sembelih dibulan Rajab dalam rangka mendekatkan diri kepada berhala-berhala mereka.

Oleh karena inilah Nabi ﷺ bersabda :

“لا عتيرة في الإسلام”.

_”Tidak ada ‘atirah dalam islam”._ [Hadits riwayat Ahmad].

4⃣ Merayakan malam Isra’ dan Mi’raj pada bulan Rajab dimana hal ini banyak dilakukan oleh kebanyakan dari kaum muslimin padahal mereka tidak memiliki dalil dari ayat muhkamah dan sunnah shahihah serta amalan Salafus shalih yang melandasi apa yang mereka lakukan.
•••
🌍 Sumber: http://bit.ly/2nBdGTF | @dinulqoyyim

View on Path

Advertisements

Bismillaah..teruntuk saudaraku muslim yg masih gemar DEMO,ngumbar aib pak jokowi di media,di panggung2 politik dsb, perhatikanlah sabdanya utusan Allaah, sebaik-baik manusia di muka bumi, Bagaimana beliau shallallaahu ‘alayhi wasallam mengajarkan adab menasihati pemerintah
Bukankah berbeda jauh dengan cara kalian ??? Maka hendaknya kita bertaqwa kpda Allaah
Ngaku cinta Allah, cinta Alquran, ikutilah Nabi
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah(Muhammad): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku(Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ali Imron:31

View on Path

⚠🌙💥✋🏻 JANGAN MENGKHUSUSKAN BULAN RAJAB DENGAN PUASA

Abu Bakr bin Abi Syaibah dalam kitab al-Mushannaf hal. 9758

Abu Muawiyah menceritakan kepada kami, dari al-A’masy dari Barah, dari Abdurrahman, dari Kharasyah bin al-Hurri berkata:

رَأَيْتُ عُمَرَ يَضْرِبُ أَكُفَّ النَّاسِ فِي رَجَبٍ، حَتَّى يَضَعُوهَا فِي الْجِفَانِ

Saya melihat Umar radhiyallahu ‘anhu memukul seorang yang paling bersemangat berpuasa di bulan Rajab, sehingga beliau menempatkan piring-piring makanan lalu beliau berkata:

“كُلُوا، فَإِنَّمَا هُوَ شَهْرٌ كَانَ يُعَظِّمُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ.

“Makanlah kalian, karena sesungguhnya bulan (Rajab) ini adalah bulan yang dulu diagungkan oleh orang-orang jahiliyah (Musyrikin).”

Dalam riwayat Thabrani sebagaimana dalam al-Mu’jam al-Ausath 7636: Kharasyah bin al-Hurri berkata:

رَأَيْتُ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ، يَضْرِبُ أَكُفَّ الرِّجَالِ فِي صَوْمِ رَجَبَ، حَتَّى يَضَعُونَهَا فِي الطَّعَامِ

Aku pernah melihat Umar bin al-Khaththab memukul orang yang paling bersemangat dalam puasa bulan Rajab, sampai dihidangkan untuk mereka piring-piring penuh makanan.

Lalu beliau berkata

رَجَبُ وَمَا رَجَبُ؟ إِنَّمَا رَجَبُ شَهْرٌ كَانَ يُعَظِّمُهُ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ، فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ تُرِكَ

“Bulan Rajab, apa itu bulan Rajab? Sesungguhnya bulan Rajab itu adalah bulan yang diagungkan oleh orang-orang jahiliyah. Maka tatkala datang Islam hal ini ditinggalkan.”

Dalam kitab al-Mushannaf 9761 karya Ibnu Abi Syaibah dengan sanad yang shahih dari jalan Ashim bin Muhammad dari ayahnya berkata:

إِذَا رَأَى النَّاسَ، وَمَا يَعُدُّونَ لِرَجَبٍ كَرِهَ ذَلِكَ

Dulu Ibnu Umar jika beliau melihat ada manusia dan apa yang mereka persiapkan untuk menyambut bulan Rajab beliau membenci hal itu.

Dalam kitab al-Mushannaf karya Abdurrazzaq dengan sanad yang shahih, dari Ibnu Juraij dari Atha berkata:

كَانَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَنْهَى عَنْ صِيَامِ رَجَبٍ كُلِّهِ؛ لَأَنْ لَا يُتَّخَذَ عِيدًا

Dulu Ibnu Abbas melarang dari berpuasa dalam bulan Rajab semuanya, agar jangan sampai dijadikan sebagai hari raya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam al-Majmu’ al-Fatawa 25/290 berkata:

وَأَمَّا صَوْمُ رَجَبٍ بِخُصُوصِهِ فَأَحَادِيثُهُ كُلُّهَا ضَعِيفَةٌ بَلْ مَوْضُوعَةٌ لَا يَعْتَمِدُ أَهْلُ الْعِلْمِ عَلَى شَيْءٍ مِنْهَا وَلَيْسَتْ مِنْ الضَّعِيفِ الَّذِي يُرْوَى فِي الْفَضَائِلِ بَلْ عَامَّتُهَا مِنْ الْمَوْضُوعَاتِ الْمَكْذُوبَاتِ.

“Dan adapun puasa bulan Rajab secara khusus, maka hadits-haditsnya semuanya lemah bahkan palsu, para ulama tidak bersandar sedikitpun dengannya, dan bukan termasuk hadits lemah yang bisa diriwayatkan dalam fadha’il amal, bahkan kebanyakannya termasuk hadits-hadits yang palsu lagi didustakan (atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam).

Hingga perkataan beliau:

Telah shahih bahwasanya Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ‘anhu dahulu memukul tangan-tangan manusia agar meletakkan tangan-tangan mereka ke makanan di bulan Rajab, dan beliau berkata:

لَا تُشَبِّهُوهُ بِرَمَضَانَ

“Janganlah kalian menyamakannya dengan bulan Ramadhan.”

وَدَخَلَ أَبُو بَكْرٍ فَرَأَى أَهْلَهُ قَدْ اشْتَرَوْا كِيزَانًا لِلْمَاءِ وَاسْتَعَدُّوا لِلصَّوْمِ فَقَالَ: مَا هَذَا ؟ فَقَالُوا: رَجَبٌ !

Dan masuklah Abu Bakr lalu beliau melihat keluarganya telah membeli gelas-gelas untuk air dan mereka bersiap-siap untuk berpuasa, maka beliau berkata: “Apa ini?” Mereka menjawab: “Untuk berpuasa di bulan Rajab.”

Maka beliau berkata:

أَتُرِيدُونَ أَنْ تُشَبِّهُوهُ بِرَمَضَانَ؟ وَكَسَرَ تِلْكَ الْكِيزَانَ “. فَمَتَى أَفْطَرَ بَعْضًا لَمْ يُكْرَهْ صَوْمُ الْبَعْضِ”.

“Apakah kalian menginginkan menyerupakan Rajab dengan Ramadhan?” Lalu beliau memecah gelas-gelas tadi. Maka kapan ia berbuka pada sebagiannya, maka tidak dibenci berpuasa sebagian Rajab.

📚 Sumber || https://goo.gl/Id0URY

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/jangan-mengkhususkan-bulan-rajab-dengan-puasa/

View on Path

✋🏻🌙🌷🌺 DI PINTU BULAN RAJAB AGAR ANDA TIDAK TERJATUH DALAM KEBID’AHAN. BACALAH

📑 DIANTARA BID’AH-BID’AH BULAN RAJAB

✍🏻 Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

كل الأ‌حاديث الواردة في فضل الصلا‌ة في رجب أو في فضل الصيام في رجب كلها أحاديث ضعيفة جداً

Hadits-hadits yang menyebutkan tentang keutamaan shalat pada bulan Rajab atau keutamaan puasa pada bulan Rajab, semuanya lemah sekali.

بل قد قال بعض العلماء إنها موضوعةٌ ومكذوبةٌ على النبي صلى الله عليه وسلم فلا‌ يحل لأ‌حد أن يعتمد على هذه الأ‌حاديث.

Bahkan, sebagian ulama mengatakan bahwa hadits-hadits tersebut dipalsukan dan didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Karena itu, tidak boleh ada seorang pun yang bersandar pada hadits-hadits ini.

لا‌ يحل لأ‌حد أن يعتمد عليها فيخص رجب بصيامٍ أو صلا‌ة؟ لأ‌ن ذلك بدعة وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : (كل بدعةٍ ضلا‌لة وكل ضلا‌لةٍ في النار)

Tidak boleh ada seorang pun yang bersandar pada hadits-hadits tersebut sehingga mengkhususkan berpuasa atau melaksanakan shalat (tertentu) pada bulan Rajab. Sebab, hal itu adalah bid’ah. Padahal Nabi shallallahu alaihi wa sallam telah bersabda, “Setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan itu di neraka.”

حديث أن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول إذا دخل شهر رجب: “اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنارمضان

1. Ada hadits yang menyebutkan bahwa dahulu apabila memasuki bulan Rajab, Nabi shallallahu alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, berilah barakah untuk kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

ولكن هذا أيها الأ‌خوة وأسمعوا ما أقول هذا حديثٌ ضعيفٌ منكرٌ لا يصح عن النبي صلى الله عليه وسلم ولهذا لا‌ ينبغي للإ‌نسان أن يدعو بهذا الدعاء لأ‌نه لم يصح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم .

Akan tetapi, hadits ini—wahai saudara-saudara, dengarkan apa yang aku ucapkan—adalah hadits lemah dan mungkar, tidak sahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, tidak sepantasnya seseorang berdoa dengan doa ini. Sebab, doa ini tidak sahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

إنني أقول لكم مبيناً الحق إن شهر رجب ليس له صلا‌ةٌ تخصه لا‌ في أول ليلة جمعة منه وليس له صيامٌ يخصه في أول يومٍ منه ولا‌ في بقية الأيام.

2. Sungguh, aku katakan kepada kalian—dalam rangka menjelaskan kebenaran—bahwa tidak ada shalat khusus pada bulan Rajab, tidak ada pula ada puasa khusus, baik pada hari pertama maupun pada hari-hari yang tersisa.

لا‌ يجوز لأ‌حدٍ أن يخصّص زماناً أو مكاناً بعبادة لم يخصّصها الله ورسوله بها لأ‌ن نحن متعبدون بشريعة الله لا‌ بأهوائنا ولا بميولنا وعواطفنا.

Seseorang tidak boleh mengkhususkan waktu atau tempat tertentu untuk melakukan ibadah yang tidak dikhususkan oleh Allah dan Rasul-Nya padanya. Sebab, kita beribadah dengan syariat Allah, bukan dengan hawa nafsu, kecenderungan, dan perasaan kita

إن الواجب علينا أن نقول سمعنا وأطعنا نفعل ما أمر الله به ونترك ما نهى الله عنه ولا‌ نشرّع لأ‌نفسنا عبادات لم يشرعها الله ورسوله.

Kewajiban kita ialah mengatakan bahwa kita mendengar dan taat. Kita mengerjakan apa yang diperintahkan oleh Allah dan meninggalkan apa yang dilarang oleh-Nya. Kita tidak boleh mensyariatkan untuk diri kita sendiri berbagai ibadah yang tidak disyariatkan oleh Allah dan Rasul-Nya.

أيها المسلمون إن في ما جاء في كتاب الله وفي ما صح عن رسول الله صلى الله عليه وسلم من الأ‌عمال الصالحة كفايةً عما جاء في أحاديث ضعيفة أو موضوعةٍ مكذوبةٍ على رسول الله صلى الله عليه وسلم

Wahai kaum muslimin, sungguh amalan-amalan yang ada dalam Kitabullah dan hadits-hadits yang sahih dari Rasulullah sudah mencukupi dari berbagai hal yang disebutkan dalam hadits-hadits yang lemah, palsu, atau didustakan atas nama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

وإن الإ‌نسان إذا تعبّد لله بما ثبت أنه من شرع الله فقد عبد الله على بصيرة يرجو ثواب الله ويخشى عقابه

Apabila seseorang mengibadahi Allah dengan ibadah yang pasti bahwa itu adalah syariat Allah, sungguh ia telah beribadah kepada Allah di atas bashirah (ilmu). Dia mengharapkan pahala dari Allah dan takut akan siksa-Nya.

*اللهم إنا نسألك أن ترزقنا علماً نافعاً وعملا‌ً صالحاً ورزقاً طيباً واسعاً وذريةً طيبةً يا رب ال

عالمين اللهم علّمنا ما ينفعنا وأنفعنا بما علمتنا وزدنا علما يارب العالمين.*

Ya Allah, kami meminta kepada-Mu agar memberi kami rezeki berupa ilmu yang bermanfaat, amal yang saleh, rezeki yang baik nan luas, dan anak keturunan yang baik. Wahai Rabb semesta alam, ya Allah, ajarilah kami (ilmu) yang bermanfaat bagi kami, berilah manfaat kepada kami dengan ilmu yang Engkau ajarkan kepada kami, dan tambahkanlah ilmu kepada kami… Wahai Rabb semesta alam.

📚 Kunjungi || http://forumsalafy.net/diantara-bidah-bidah-bulan-rajab/

View on Path

✋🏻🌺🌷🌸 SEMOGA ALLAH MEMBERI KALIAN “MADU”

✍🏻 Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda;

“إذا أحبَّ اللّه عبداً عسّلَه!” ؟
قالوا : ما عسّلَه ؟ .
قال: ” يفتح اللّه – عز وجل – له عملاً صالحاً قبل موته ثمّ يقبضه عليه “.

“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Allah akan memberinya “madu”!
● Para sahabat bertanya; “Apa makna memberinya madu?
○ Beliau menjawab:
“Allah akan membukakan baginya amalan shalih sebelum matinya, kemudian Allah mematikan dirinya di atas amalan shalih tadi. (husnul khatimah-pent)”
(HR. Ahmad 17819.)

✍🏻 Al-Allamah Al-Albani rahimahullah berkata:

وأمارة هذا التعسيل ، بأن يرضى عنه من حوله لما ثبت في زيادةٍ مرفوعةٍ للنّبيّ – صلى اللّه عليه وسلم -” .. حتى يرضى عنه من حوله

Dan tanda diberinya “madu” ini, adalah tatkala orang-orang yang di sekitarnya ridha kepadanya.
Hal ini berdasarkan riwayat yang tsabit dalam (lafazh) tambahan yang marfu’ dari Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam: “Tandanya sehingga orang-orang yang di sekitarnya ridha kepadanya.”
(Silsilah shahihah 1114)

فــطوبــي لمـن عـسّلــه اللّه !

Maka berbahagialah bagi mereka yang Allah beri “madu”.

كثيرا ما كان الشيخ الألباني رحمه الله يدعوا لمن صنع إليه معروفا بقوله;

Dahulu Syaikh al-Albani rahimahullah sering mendoakan orang yang berbuat baik kepada beliau dengan mengatakan:

عسّلك الله

“Semoga Allah memberimu madu.”
(Musnad Imam Ahmad hadits 17438 dishahihkan Al-Albani dalam shahih Al-Jami’.)

📚 Sumber || https://telegram.me/fawaz_almadkali

View on Path

⚠💥🌸🌷 MENANGIS KARENA TERTINGGAL SHALAT BERJAMA’AH

✍🏻 Al-Walid bin Muslim rahimahullah berkata;

رأيت سعيد بن عبد العزيز التنوخي شيخًا كبيرًا إذا فاتته الصلاة في جماعة أخذ بلحيته وقعد يبكي.
(تاريخ دمشق لابن عساكر٢٠٣/٢)

“Saya memandang Sa’id bin Abdul Aziz at-Tanukhy rahimahullah sebagai seorang syaikh yang besar. Apabila tertinggal shalat berjamaah, beliau memegang jenggotnya kemudian duduk sambil menangis.”
(Tarikh Dimasyq karya Ibnu ‘Asakir 2/203)

⚠⛔❌🔥 DIANTARA CIRI-CIRI MUNAFIQ

✍🏻 Ibrahim bin Yazid an-Nakha’iy rahimahullah berkata:

كفى علمًا على النفاق أن يكون الرجلُ جار المسجد لا يُرى فيه.

“Cukuplah sebagai tanda kemunafiqan dengan seseorang tinggal dekat masjid, namun dia jarang terlihat di dalamnya.”

📚 Fathul Bary, karya Ibnu Rajab, jilid 4 hlm. 19

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/814186735613657088

View on Path

✋🏻🌷⚠🚫 JANGAN ENGKAU JADI ORANG YANG KEEMPAT

✍🏻 Abu Darda radhiyallahu ‘anhu berkata:

اغد عالما، او متعلما، او مستمعا، ولا تك الرابع فتهلك. قال الحسن البصري رحمه الله: الرابع المبتدع ( صفة الصفوة 1/319)

“Bersegeralah (menjadi) orang yang 1. berilmu, atau 2. yang belajar (menuntut ilmu), atau 3. mendengarkan ilmu. Jangan menjadi yang keempat maka engkau akan binasa.”
Al-Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “Yang keempat adalah ahlul bid’ah.”
( Shifatu ash-Shafwah 1/319)

Yuk Kenali, Pelajari, Amalkan Agamamu Islam
nas alullooh assalamah wal ‘aafiyah

View on Path